Malaysia Pangkas Subsidi BBM, Warga Asing Bayar Lebih Mahal Mulai 30 September

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Malaysia Pangkas Subsidi BBM, Warga Asing Bayar Lebih Mahal Mulai 30 September
Sep 22nd 2025, 11:26 by kumparanBISNIS

Ilustrasi SPBU di Malaysia. Foto: Shutterstock
Ilustrasi SPBU di Malaysia. Foto: Shutterstock

Malaysia akan mulai mengubah skema subsidi bahan bakar minyak (BBM) pada akhir September. Kebijakan ini membuat warga negara asing harus membayar harga lebih tinggi di SPBU, sementara pemerintah tetap memberikan subsidi bagi warga lokal untuk menekan dampak biaya hidup dan mempersempit defisit anggaran.

Mengutip Bloomberg, mulai 30 September, harga bensin RON95 untuk warga asing ditetapkan 2,60 ringgit (62 sen AS) per liter. Sementara itu, harga untuk warga Malaysia diturunkan menjadi 1,99 ringgit per liter dari sebelumnya 2,05 ringgit, kata Perdana Menteri Anwar Ibrahim dalam pidatonya pada Senin.

Pengumuman ini sekaligus merevisi rencana Anwar tahun lalu yang berniat mencabut subsidi BBM bagi 15 persen kelompok terkaya di Malaysia. Tekanan publik terkait tingginya biaya hidup membuat pemerintah menyesuaikan langkah tersebut.

Sebelumnya, pemerintah memperkirakan bisa menghemat sekitar 8 miliar ringgit per tahun dari kebijakan pencabutan subsidi, namun belum ada estimasi baru dari kebijakan yang diumumkan kali ini.

Selain itu, polisi dan militer akan mulai menikmati harga bahan bakar lebih murah pada 27 September, disertai bantuan tunai dari pemerintah sehari setelahnya. Potongan harga bagi warga Malaysia lainnya berlaku mulai 30 September.

"Beberapa orang mungkin mengkritik, mengapa orang-orang superkaya juga mendapatkannya? Ini adalah pengakuan bagi rakyat Malaysia," kata Anwar di hadapan pegawai negeri sipil.

Ilustrasi SPBU di Malaysia. Foto: Shutterstock
Ilustrasi SPBU di Malaysia. Foto: Shutterstock

Kepala Ekonom Bank Muamalat Malaysia Bhd, Mohd Afzanizam Abdul Rashid, menilai kebijakan ini tetap sejalan dengan target pemerintah mempersempit defisit anggaran menjadi 3,8 persen dari PDB tahun ini, dari 4,1 persen pada 2024.

"Pemerintah sedang berupaya mencapai keseimbangan yang tepat antara disiplin fiskal dan dampaknya terhadap biaya hidup," ujarnya.

"Langkah-langkah terbaru ini seharusnya tidak menimbulkan guncangan negatif pada sistem. Dalam beberapa hal, ini merupakan pendekatan yang pragmatis," imbuhnya.

Data menunjukkan defisit fiskal Malaysia terus menurun. Pada paruh pertama 2025, defisit tercatat 4,2 persen dari PDB, lebih rendah dibanding 5,5 persen pada periode sama tahun sebelumnya. Hal ini didorong peningkatan penerimaan negara serta penghematan belanja. Total belanja subsidi juga tercatat turun 25,7 persen secara tahunan menjadi 23,6 miliar ringgit.

Anwar menambahkan, subsidi harga BBM untuk warga Malaysia dibatasi hingga 300 liter per bulan. Namun, pengemudi transportasi daring bisa mengajukan batas lebih tinggi. Ia memperkirakan lebih dari 16 juta warga akan merasakan manfaat kebijakan ini.

Penghematan dari reformasi subsidi BBM rencananya akan dialihkan untuk program bantuan tunai, serta peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur dasar.

Media files:
01k5qsertm4y0fsv6xg44nz75w.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar