Menteri Luar Negeri RI Sugiono saat menghadiri side event peluncuran Deklarasi Global Pelindungan Personel Kemanusiaan di Markas Besar PBB, New York, Sabtu (21/9/2025). Foto: Kemlu RI
Indonesia menyalurkan bantuan pangan untuk warga Gaza senilai USD 12 juta (setara Rp 200 M) melalui Badan Pangan Dunia atau World Food Programme (WFP). Bantuan ini merupakan langkah pemerintah untuk secara cepat dan efektif merespons situasi krisis pangan di Gaza.
Bantuan ini merupakan implementasi komitmen bantuan 10 ribu ton beras seperti yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum PBB beberapa waktu lalu.
Bantuan ini akhirnya disalurkan melalui WFP mengingat situasi keamanan di Gaza semakin memburuk dan hanya sedikit organisasi internasional seperti WFP yang memiliki akses untuk menyalurkan bantuan.
"Keputusan bersama pemerintah Palestina dan Indonesia untuk menyampaikan bantuan Indonesia melalui Badan Pangan Dunia dilakukan untuk memastikan agar bantuan pangan dapat disalurkan dengan cepat dan tepat sasaran. Ini merupakan pilihan terbaik mempertimbangkan sulitnya akses bantuan untuk masuk ke Gaza. Sementara kebutuhan pangan di Gaza sudah sangat mendesak," kata Menlu Sugiono dalam keterangannya, dikutip Sabtu (27/9).
Warga Palestina berkumpul untuk menerima makanan di tengah krisis kelaparan akibat konflik Israel-Hamas, di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Kamis (2/1/2025). Foto: Hatem Khaled/REUTERS
Bantuan ini disalurkan melalui WFP karena WFP salah satu organisasi internasional yang masih beroperasi di Gaza. WFP juga telah jadi mitra Indonesia dalam penyaluran bantuan ke negara lainnya.
Bantuan tunai dari Indonesia telah disalurkan kepada WFP pada tanggal 24 September 2025 untuk mendukung program tanggap darurat WFP di Gaza.
"Sebagaimana disampaikan Bapak Presiden RI pada Sidang Majelis Umum PBB, Indonesia selalu siap untuk memberikan bantuan beras kepada Palestina," kata Sugiono.
Sugiono menekankan, penyaluran bantuan pangan melalui WFP juga untuk memastikan agar warga Gaza dapat menerima makanan siap konsumsi yang sehat dan berkualitas. Pengiriman bahan pangan ke Palestina saat ini tidak hanya menghadapi tantangan dalam hal pengiriman, tetapi juga keterbatasan gudang penyimpanan yang memadai. Warga Gaza juga menghadapi tantangan keterbatasan ketersediaan bahan bakar dan air bersih.
"Komitmen Indonesia untuk memberikan bantuan kepada Palestina tidak pernah surut. Upaya Pemerintah RI memberikan bantuan kepada Palestina telah dan akan terus dilakukan melalui berbagai mekanisme dan saluran yang tersedia," pungkas Sugiono.
Prabowo Siap Ekspor Beras ke Gaza
Presiden Indonesia Prabowo Subianto berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80 di Markas Besar PBB di New York, AS, Selasa (23/9/2025). Foto: Jeenah Moon/REUTERS
Dalam pidato di Sidang Umum PBB beberapa waktu lalu, Prabowo menyatakan Indonesia telah swasembada beras dan siap mengekspor beras, termasuk menyediakan beras untuk Palestina.
"Tahun ini, Indonesia mencatat produksi beras dan cadangan gabah tertinggi dalam sejarah kami, kami kini telah swasembada beras, dan kami mulai mengekspor beras ke negara-negara lain yang membutuhkan, termasuk menyediakan beras untuk Palestina," ujar Prabowo.
Prabowo menjelaskan langkah-langkah konkret yang telah dilakukan Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan, termasuk pembangunan rantai pasokan pangan yang tangguh dan peningkatan produktivitas petani.
"Kami membangun rantai pasokan pangan yang tangguh, memperkuat produktivitas petani, berinvestasi dalam iklim, pertanian cerdas, untuk memastikan ketahanan pangan bagi anak-anak kami dan anak-anak di dunia," katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar