Macet di TB Simatupang: Tak Bisa Dihindari, Trotoar Akan Dialihfungsikan

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Macet di TB Simatupang: Tak Bisa Dihindari, Trotoar Akan Dialihfungsikan
Aug 25th 2025, 08:02 by kumparanNEWS

Suasana proyek galian di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (24/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Suasana proyek galian di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (24/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Jalan TB Simatupang langganan macet. Bahkan, kemacetan terjadi meski bukan hari kerja.

Pada Minggu (24/8) misalnya, saat kumparan menelusuri jalan tersebut. Jalan yang kerap menjadi jalur utama kendaraan ini tampak padat di beberapa titik, dengan proyek pembangunan yang beririsan langsung dengan trotoar.

Di lampu merah setelah Jalan R.A. Kartini, tampak sebuah proyek pembenahan trotoar di sisi kiri jalan. Sebelum titik tersebut, lebar trotoar masih terbilang lapang, cukup untuk dilalui satu mobil.

Namun, semakin maju ke arah samping Gerbang Tol Fatmawati 1, trotoar berubah lebih sempit. Hanya bisa menampung 2–3 orang berjalan berdampingan, itupun terhenti di ujung karena adanya pedagang kaki lima mangkal di atas jalur pedestrian.

Suasana macet karena adanya proyek galian di depan Cibis Park, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (24/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Suasana macet karena adanya proyek galian di depan Cibis Park, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (24/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Beberapa meter setelahnya, tepat di Bus Stop Ratu Prabu, trotoar selebar dua orang kembali terpotong. Di titik ini ada proyek galian pipa air limbah yang membuat akses kian terbatas.

Trotoar berada persis di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dengan bedeng proyek tinggi yang berdiri menutup sebagian pandangan. Meski sisi seberang masih menyisakan area cukup luas, jalannya belum dipasangi beton trotoar. Akibatnya, genangan air membuat jalur becek.

Saat berputar arah menuju Lebak Bulus, kondisi trotoar di dekat Halte Ampera terlihat semakin sempit. Hanya cukup untuk satu orang, bahkan sudah dipadati pedagang tanaman hias dan pupuk. Di tengah trotoar, berdiri warung semi permanen yang memaksa pejalan kaki turun ke badan jalan jika ingin melintas.

Suasana macet karena adanya proyek galian di depan Cibis Park, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (24/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Suasana macet karena adanya proyek galian di depan Cibis Park, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (24/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Kondisi yang sama juga tampak di depan Cibis Park. Inilah titik di mana Pemprov Jakarta ingin mengalihfungsikan trotoar menjadi badan jalan.

Trotoar di titik ini begitu kecil, hanya muat satu orang. Tepat di sebelahnya ada selokan terbuka, sementara di tengah trotoar berdiri tiang PJU (Penerangan Jalan Umum) yang menambah sesak.

Pada sisi kanan jalan, proyek galian milik Paljaya membuat ruas makin sempit hingga menimbulkan macet. Tumpukan tanah dan batu hasil galian menutup sebagian jalur, sementara permukaan trotoar lain hanya berupa aspal kasar dengan batu-batu berserakan. Kondisi ini membuat pejalan kaki harus ekstra hati-hati.

Sempat terjadi momen ketika berpapasan di trotoar tersebut, kumparan terpaksa harus berhenti karena di sampingnya langsung terbentang selokan terbuka.

Di depan Cibis Park hingga titik proyek galian, kemacetan mengular pada pukul 14.37 WIB. Di lokasi juga terdapat peralatan proyek, namun tak ada aktivitas pekerja proyek di sana.

Rencana Alih Fungsi Trotoar

Gubernur Jakarta Pramono Anung di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (24/8/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Gubernur Jakarta Pramono Anung di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (24/8/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Sebagai solusi kemacetan di TB Simatupang, Gubernur Jakarta Pramono Anung akan mengalihfungsikan trotoar untuk menjadi jalur kendaraan. Hal ini untuk mengurangi kemacetan yang selalu terjadi selama pembangunan berlangsung.

Pramono menyebut, hal ini dilakukan lantaran trotoar di jalan tersebut memang sudah tak bisa digunakan dengan baik oleh pejalan kaki.

"Sebagian trotoarnya yang sekarang ini memang enggak bisa digunakan secara baik bagi pejalan kaki, karena memang beberapa juga terpotong-potong," kata Pramono di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (24/8).

Dia menjelaskan, alih fungsi trotoar ini akan dilakukan hingga November 2025 mendatang. Pemberlakuannya sembari menunggu sejumlah proyek galian di sana--yang juga menjadi salah satu penyebab kemacetan--rampung.

Setelah itu, Pramono menambahkan, trotoar akan dilakukan revitalisasi untuk dikembalikan fungsinya seperti semula.

"Untuk sampai dengan bulan November digunakan untuk menangani lalu lintas terlebih dahulu nanti akan kami kembalikan," jelas dia.

Macet Tak Bisa Dihindari, Pramono Minta Maaf

Suasana proyek galian di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (24/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Suasana proyek galian di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (24/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Pramono menyebut kemacetan di TB Simatupang merupakan suatu hal yang tidak dapat terhindarkan. "Jadi untuk itu saya secara khusus juga mohon maaf karena ini memang hal yang tidak bisa dihindari," kata Pramono.

Pramono menyebut, hingga saat ini pihaknya masih berupaya untuk mempercepat sejumlah proyek galian yang ada di sana. Pasalnya, proyek galian ini menjadi salah satu sumber kemacetan.

"November, saya minta November diselesaikan. Awalnya Desember. Ya, baru bisa maju satu setengah bulan. Tapi saya udah minta itu," jelas dia.

Saat ditanya soal kondisi pejalan kaki jika trotoar itu dialihfungsikan, Pramono mengakui trotoar di kawasan tersebut memang tidak nyaman untuk pejalan kaki.

"Kan sekarang ini sebenarnya di TB Simatupang pejalan kakinya pasti juga tidak nikmat. Karena semua hampir jalan 50 meter ada proyek nasional dan itu harus dibenahi," ujarnya.

Kata Warga

Qei, seseorang pekerja di bidang marketing menilai rencana pengalihfungsian trotoar menjadi jalan kendaraan bukan solusi yang efektif.

"Nggak efektif ya, kalau memakan trotoar. Karena kan orang yang pakai kendaraan umum, transportasi umum itu kan pasti juga nggak cuma naik transportasi umum. Tapi butuh trotoar buat jalan kan ya," kata Qei di Bus Stop Ratu Prabu, Minggu (24/8).

"Misalkan kantornya tuh jauh dari bus stop dan segala macam. Jadi untuk memangkas trotoar itu kurang efektif," lanjutnya.

Menurut Qei, langkah yang lebih tepat justru memperkuat transportasi umum atau menambah kebijakan pembatasan kendaraan.

"Jadi lebih efektif memang seharusnya transportasi umumnya ditambah. Atau mungkin menerapkan ganjil-genap juga di area yang ramai-ramai di TB Simatupang itu sih menurut aku," katanya.

Fadli (17), seorang pelajar usai melewati trotoar yang akan dialihfungsikan di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (24/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Fadli (17), seorang pelajar usai melewati trotoar yang akan dialihfungsikan di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (24/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Berbeda dengan Qei, Fadli (17), seorang pelajar, justru memandang positif kebijakan pelebaran jalan. Baginya, langkah itu bisa memberi ruang lebih lega bagi kendaraan.

"Ya menurut saya sih, lumayan efektif sih. Soalnya kan jadi ada pelebaran jalan ya. Jadinya mobil jadinya lebih lega gitu, lebih luas," katanya.

Fadli mengaku sering terkena macet ketika melewati jalan tersebut. Sehingga, rencana Pemprov Jakarta untuk mengalihfungsikan trotoar cocok untuk dirinya.

"Ya macet banget itu. Soalnya kan banyak truk-truk gede. Banyak mobil-mobil gede tuh. Jadinya gara-gara ada proyek galian itu, jadinya sempit gitu nggak bisa lewat," ujar Fadli.

"Iya efektif soalnya jalanan jadi luas jadi lebih lega," tandasnya.

Media files:
01k3dhcqxbykpqpntztzczwhzn.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar