Kemenag DIY Telusuri Kasus Santriwati Dianiaya Temannya di Ponpes di Sleman

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kemenag DIY Telusuri Kasus Santriwati Dianiaya Temannya di Ponpes di Sleman
Aug 22nd 2025, 13:06 by kumparanNEWS

Ilustrasi santriwati. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Ilustrasi santriwati. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Kanwil Kemenag DIY menyesalkan peristiwa kekerasan yang menimpa santriwati berinisial KE (17). KE dianiaya oleh seorang santriwati lainnya hingga mengalami sejumlah luka. Kasus kemudian dilaporkan ke kepolisian.

"Kanwil Kementerian Agama DIY menyesalkan masih terjadinya kekerasan di lembaga pendidikan keagamaan," kata Kepala Kanwil Kemenag DIY Ahmad Bahiej saat dikonfirmasi, Jumat (22/8).

Bahiej mengatakan, Kanwil Kemenag DIY turut mendalami peristiwa tersebut dengan menggandeng dinas terkait.

"Kanwil Kemenag DIY sedang melakukan pendalaman bersama DP3AP2KB [Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana] di Pemprov DIY," bebernya.

Saat disinggung apakah Kanwil Kemenag DIY akan memanggil pihak terkait termasuk ponpes, Bahiej belum membeberkan detail.

"Adapun langkah-langkahnya sedang kami lakukan bersama DP3AP2KB sesuai dengan kewenangan berdasarkan regulasi," jelasnya.

Cerita Ibu Korban

S, ibu KE, menceritakan kekerasan yang dialami putrinya. Peristiwa dimulai 24 Juni 2025 di masjid pada sekitar pukul 18.00 WIB.

Bokong KE ditabok tiga kali oleh terduga pelaku sembari diiringi kalimat mengejek.

KE bertanya ke terduga pelaku kenapa berbuat demikian. Namun, terduga pelaku justru marah.

Saat KE duduk di belakang, terduga pelaku berdiri dan menendang paha KE sebanyak dua kali.

"KE makin merasa sakit, apalagi dia tidak melawan," kata S melalui sambungan telepon.

Lantaran merasa jengkel, KE sempat melempar sandal pelaku. Terduga pelaku yang tahu aksi KE ini kemudian balik melempar dua sandal KE.

"Menurut saya ini bukan berantem, tapi ini melakukan bela diri," katanya.

Kekerasan berlanjut pada malam harinya di asrama.

"Dia [pelaku] tahu kalau KE sudah pulang ke asrama, di situ dia membuntuti KE dari belakang, langsung dihajar dari belakang dalam keadaan makan," jelasnya.

Kekerasan yang dilakukan seperti melucuti mukena KE, ditarik tangannya, dijambak, dan dicakar hingga terluka.

Saat itu santri lain sempat melerai. Namun kekerasan kembali terjadi usai KE menyelesaikan makan. Saat mengambil minum di dispenser, KE dijambak dan diserang dari belakang.

"Jadi ini dalam satu waktu dua kali penyerangan, hanya beberapa menit jeda," katanya.

KE dibawa ke klinik. Namun aksi terduga pelaku tak berhenti, dia membuang kasur KE ke jalan dan bantal KE ke tempat bekas kucing lahiran.

"Habis melakukan itu dia tidak merasa menyesal, dia bahkan memanggil santri, "aku abis nyerang KE loh" enggak ada penyesalan, disuruh minta maaf sama ustazah itu dia tidak bilang maaf, malah dia bilang "maaf, ya kita sama-sama salah"," bebernya.

Terduga pelaku bukan kali ini saja melakukan kekerasan. Pada tahun 2022 dia pernah mencakar KE saat ditagih utang pembelian makanan online.

"Dia enggak mau bayar. KE dicakar," jelasnya.

Pada 2022 itu, S telah menyurati terduga pelaku untuk tak lagi berbuat demikian kepada KE. Namun kejadian tetap berulang di 2025 ini.

S mengatakan peristiwa yang terjadi pada putrinya ini bukan perkelahian. Tapi apa yang dilakukan oleh putrinya adalah bentuk membela diri. Terlebih pada 2022 sempat terjadi kekerasan juga.

"Menurut saya ini bukan berantem tetapi ini melakukan pembelaan diri," tegasnya.

Kata Ponpes

Pihak pondok pesantren mengatakan pelaku telah dikeluarkan dari pondok pesantren sesaat setelah peristiwa itu terjadi.

"Sesuai prosedur ketika kejadian itu terjadi santriwati tersebut langsung diproses yang melakukan pencakaran langsung keluar SP3 atau dikembalikan ke orang tuanya malam hari itu juga," kata Ketua Pengawas Yayasan Pak Haji Ismail Pondok Pesantren HPAIC Merapi, Agus Giyanto, dikonfirmasi, Kamis (21/8).

"Sesuai aturan itu pelanggarannya kategori berat," bebernya.

Agus mengatakan ponpes tidak pernah ada pembiaran terkait kasus ini. Selain mengeluarkan pelaku, ponpes juga memberikan perawatan ke korban

"Yang menjadi korban langsung ditangani pihak kesehatan pondok. Dirawat pokoknya sebagaimana mestinya lukanya kita rawat, secara psikologinya kita tenangkan," bebernya.

Peristiwa versi Ponpes

Agus bercerita peristiwa terjadi pada 24 Juni. Pemicu kejadian terjadi menjelang Isya. Sementara kekerasan terjadi setelah salat Isya.

"Pemicu masalahnya sepele. Pemicunya itu si pelaku sedang duduk sama temannya di sudut masjid. Di sudut masjid itu terdapat tempat menyimpan meja kecil untuk baca Quran," kata Agus.

"Itu kemudian si korban datang mau mengambil meja lipat. Ketika ngambil di bawah harus nungging. Nah, kenapa nunggingnya diarahkan ke muka pelaku," katanya.

"Kemudian si pelaku merasa 'kok begini' disentuhlah pantatnya itu. Yang disentuh pantatnya tidak terima. Akhirnya cekcok saling menyalahkan," katanya.

Menurut Agus, ada saksi dalam peristiwa itu. Korban yang jengkel kemudian menyembunyikan sandal pelaku. Pelaku yang mengetahui hal itu ikut jengkel. Sehingga saling menyembunyikan sandal.

"Si korban ketemu sandalnya. Di waktu ketemu dia ngejek. Tambah jengkel lagi," katanya.

Lanjut setelah salat Isya, si pelaku buru-buru ke kamar dan bertemu dengan korban.

"Cekcok lagi di situ. Akhirnya dilerai sama temannya. Dilerai, mereka pisah. Tak diduga sama teman-teman, pelaku nyerang lagi sampai penjambakan dan pencakaran," kata Agus.

Soal penendangan, Agus mengatakan ada tindakan menendang, tetapi yang terkena justru teman lainnya.

"Kalau yang nendang itu lebih kena yang melerai malahan," jelasnya.

Peristiwa 2022

Soal peristiwa kekerasan yang terjadi pada 2022, Agus mengatakan peristiwa tersebut sudah terselesaikan.

"Tahun 2022 itu memang pernah terjadi seperti itu menurut informasi dari guru keamanan akhwat. Dan waktu itu sudah ditangani. Yang bersangkutan sudah dipanggil pihak keamanan santri dan sudah didamaikan. Dan waktu itu tidak ada keberatan sama sekali dari pihak mana pun," kata Agus.

Media files:
kz127un9sfmrr8oyplw4.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar