IJTI Kalbar dan Kesbangpol Ajak Perangi Terorisme, Intoleransi, dan Radikalisme

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
IJTI Kalbar dan Kesbangpol Ajak Perangi Terorisme, Intoleransi, dan Radikalisme
Jul 25th 2025, 13:39 by HiPontianak

Dialog Publik IJTI Pengda Kalbar yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, Pontianak pada Kamis, 24 Juli 2025. Foto: Alycia Tracy Nabila/Hi!Pontianak
Dialog Publik IJTI Pengda Kalbar yang diselenggarakan di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, Pontianak pada Kamis, 24 Juli 2025. Foto: Alycia Tracy Nabila/Hi!Pontianak

Hi!Pontianak - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Barat menggandeng IJTI Pengda Kalbar dengan menggelar kegiatan sosialisasi kebangsaan yang bertujuan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif dalam memerangi terorisme, paham intoleransi, dan radikalisme yang dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kegiatan tersebut sukses digelar di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, Pontianak pada Kamis, 24 Juli 2025.

Samsul Hardi, Panitia HUT IJTI Kalbar mengatakan, agenda ini bertujuan untuk menangkal paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme lewat dialog publik HUT IJTI Pengda Kalbar ke-6.

"Bersama sejumlah jurnalis dan organisasi lainnya, dengan harapan media dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan suasana kondusifitas lewat pemberitaan," kata Samsul.

Peserta menyimak sesi pemaparan materi dari narasumber. Foto: Alycia Tracy Nabila/Hi!Pontianak
Peserta menyimak sesi pemaparan materi dari narasumber. Foto: Alycia Tracy Nabila/Hi!Pontianak

Kepala Kesbangpol Kalbar, Manto, menyambut baik diskusi publik yang digelar IJTI Kalbar. Pihaknya mengapresiasi semangat para jurnalis untuk membahas masalah krusial di kalbar.

"Ini merupakan bukti nyata dan dapat digelar secara intensif, terlebih beberapa aspirasi perlu kami tindak lanjuti, antara lain pelatihan jurnalistik dan kolaborasi media dan pemerintah," ungkap Manto.

Manto menuturkan, kegiatan ini tidak hanya dapat dilaksanakan di Pontianak, tetapi juga dapat menyasar kabupaten dan kota lainnya, mengingat media sosial yang dimiliki masyarakat cukup gencar menciptakan konten-konten yang jika tidak disaring dapat menimbulkan keresahan.

"Di sinilah peran media dibutuhkan agar menjadi penyejuk dan tidak memperkeruh suatu isu yang terus digoreng oleh sosial media," tuturnya.

Sementara itu, Gusti Yusri, anggota FKPT Bidang Media dan Hukum menambahkan bahwa peran media sangat penting, khususnya dalam peliputan yang tetap harus memegang teguh kode etik jurnalistik.

"Dialog dengan tema seperti ini jarang dilakukan sehingga hal ini berdampak baik pada teman-teman media yang kerap dihadapkan dengan kasus–kasus yang merujuk pada paham intoleransi dan radikalisme serta terorisme," ujar Gusti.

Gusti Yusri menilai kolaborasi ini sangat bermanfaat untuk menciptakan kondisi aman dan damai di wilayah Kalimantan Barat. Dialog publik ini merupakan langkah awal menuju HUT IJTI Pengda Kalbar yang akan digelar pada tanggal 8-10 Agustus 2025 mendatang dengan menghadirkan berbagai bazar, pameran, dan stand–stand pelayanan publik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Media files:
01k104n151jrspfav2zt0bdye4.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar