Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (22/7). Foto: Zamachsyari/kumparan
Pemerintah Indonesia sedang berupaya memaksimalkan potensi ekspor yang didapat setelah kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memangkas tarif impor untuk Indonesia, dari 32 persen menjadi 19 persen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah akan menggenjot ekspor sejumlah produk unggulan seperti tekstil, furniture, hingga barang elektronik.
"Kita akan trus mendorong tekstil, produk tekstil. Kemudian juga kita akan bicara furniture, sepatu, apparel. Kemudian juga kita punya produk seperti barang-barang manufaktur. Itu juga home appliance electronic itu masih bisa masuk dengan harga sekian," ujar Airlangga kepada wartawan di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (22/7).
Ilustrasi pedagang tekstil. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Selain itu, Airlangga juga menuturkan soal potensi impor migas dari AS. Katanya, volume yang diimpor akan disesuaikan dengan kebutuhan dalam negeri.
"Jadi barangnya kan yang kita akan beli dalam bentuk LPG, refined product, crude. Jadi itu kombinasi dari itu," kata Airlangga.
Terkait jadwal pengiriman perdana produk energi dari AS, Airlangga menjelaskan hal itu masih dibahas secara teknis dan akan ada kesepakatan kerangka kerja terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap pelaksanaan.
Airlangga menegaskan kondisi tersebut tidak hanya berlaku untuk impor migas, tetapi juga untuk komoditas lainnya, termasuk produk agrikultur.
Mengenai pengumuman resmi kerja sama tersebut, ia menyatakan bahwa pemerintah masih menantikan konfirmasi dari pihak Gedung Putih di AS. "Tunggu White House," tutur Airlangga.
Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa AS telah mencapai kesepakatan dengan Indonesia. Dalam kesepakatan itu, barang dari Indonesia dikenai tarif sebesar 19 persen, sementara barang dari Amerika Serikat tidak dikenai tarif sama sekali.
"Mereka membayar 19 persen dan kita tidak membayar apa pun. Kita akan mendapat akses penuh ke Indonesia," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, dikutip dari Bloomberg.
Sebagai bagian dari kesepakatan ini, Indonesia juga telah berkomitmen untuk membeli USD 15 miliar dalam bentuk impor barang energi dari AS, USD 4,5 miliar dalam impor produk pertanian Amerika, dan pembelian 50 pesawat Boeing, banyak di antaranya tipe 777.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar