Mendag Bantah Ritel Tutup Akibat Daya Beli Turun: Pola Belanja Konsumen Berubah

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Mendag Bantah Ritel Tutup Akibat Daya Beli Turun: Pola Belanja Konsumen Berubah
May 8th 2025, 13:54, by Nicha Muslimawati, kumparanBISNIS

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan sambutan saat peluncuran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (20/2/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan sambutan saat peluncuran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (20/2/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menanggapi fenomena penutupan sejumlah gerai ritel besar di Indonesia, salah satunya ritel asal Korea Selatan yang beroperasi di Indonesia, GS Supermarket. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan pola belanja masyarakat yang sudah berubah ke platform belanja online, bukan karena penurunan daya beli.

"Kalau hanya tempat belanja, tidak akan laku. Karena pasti akan kalah dengan (toko) online, kemudian juga pola belanja masyarakat, kan sudah berbeda," ujar Budi saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Kamis (8/5).

Ia menjelaskan, kini konsumen cenderung membeli barang sesuai kebutuhan harian, bukan lagi dalam jumlah besar seperti seminggu atau dua minggu. Hal ini membuat masyarakat lebih memilih berbelanja di toko yang dekat dengan tempat tinggal mereka, ketimbang datang ke pusat perbelanjaan besar.

GS The Fresh Supermarket. Foto: Shutterstock
GS The Fresh Supermarket. Foto: Shutterstock

Budi juga menyebut bahwa pihaknya telah berbicara dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan mereka menilai bahwa pusat perbelanjaan bisa bertahan apabila mampu menawarkan pengalaman dan perjalanan berbelanja yang menyenangkan.

"Jadi orang belanja itu sambil pingin jalan-jalan, pingin makan, pingin hangout sama keluarga, macam-macam," sambung Budi.

Mengenai jumlah pasti gerai ritel yang tutup, Budi mengatakan akan mengeceknya lebih lanjut. Namun, ia menegaskan bahwa fenomena ini bukan hanya terjadi di Indonesia. "Itu nggak hanya di Indonesia lho ya, di Singapura juga tren itu ada," pungkasnya.

Sebelumnya, GS Supermarket dikabarkan bakal menutup seluruh gerainya di Indonesia pada akhir Mei 2025.

Sinyal akan tutupnya GS Supermarket ramai saat akun Instagram resminya mengunggah postingan agar pelanggannya segera menggunakan poin yang dapat ditukar dengan potongan belanja hingga 31 Mei 2025.

Media files:
01jmhf3md26d5yjsxnantfnd0p.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar