Korut Kritik Proyek 'Golden Dome' Trump: AS Memiliterisasi Luar Angkasa

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Korut Kritik Proyek 'Golden Dome' Trump: AS Memiliterisasi Luar Angkasa
May 27th 2025, 11:43 by kumparanNEWS

Presiden AS Donald Trump memberi isyarat saat menaiki Air Force One di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 16 Mei 2025. Foto: REUTERS/Brian Snyder
Presiden AS Donald Trump memberi isyarat saat menaiki Air Force One di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 16 Mei 2025. Foto: REUTERS/Brian Snyder

Rencana Presiden Donald Trump membangun sistem pertahanan udara 'Golden Dome' dikritik Korea Utara. Korut mengatakan 'Golden Dome' merupakan ancaman yang sangat berbahaya, yang dapat memicu perang nuklir di luar angkasa.

Dalam pernyataan yang dibagikan Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA), Kementerian Luar Negeri Korut menyebut rencana itu sebagai inisiatif yang berbahaya yang ditujukan untuk mengancam keamanan strategis negara-negara bersenjata nuklir.

"Amerika Serikat bersikeras melakukan langkah-langkah untuk memiliterisasi luar angkasa," kata Kemlu Korut, dikutip dari AFP, Selasa (27/5).

"Rencana AS membangun sistem pertahanan rudal baru adalah akar penyebab yang memicu perlombaan senjata nuklir dan luar angkasa global dengan menstimulasi kekhawatiran keamanan negara-negara bersenjata nuklir, dan berpotensi mengubah luar angkasa menjadi medan perang nuklir," lanjutnya.

Sementara itu, analis senior di Korea Institute for National Unification, Hong Min, menyebut Korut menganggap rencana 'Golden Dome' Trump itu sebagai ancaman.

"Reaksi keras Korut menunjukkan bahwa mereka memandang Golden Dome mampu melemahkan efektivitas persenjataan nuklirnya secara signifikan, termasuk ICBM milik Korut," kata Hong.

"Jika AS menyelesaikan program pertahanan rudal terbarunya, Korut juga terpaksa mengembangkan cara alternatif yang bertujuan untuk melawan atau menembusnya," lanjutnya.

'Golden Dome' Trump Juga Disorot China dan Rusia

Sementara itu, China juga menyampaikan kekhawatirannya atas rencana pertahanan 'Golden Dome' itu. China bahkan menuduh AS merusak stabilitas global.

Untuk urusan teknologi rudal balistik dan hipersonik, Beijing terus menyusul Washington. Sementara Rusia sedang memodernisasi sistem rudal jarak antarbenuanya dan mengembangkan rudal serang presisi canggih.

Rusia sebelumnya mengatakan inisiatif Trump itu membutuhkan konsultasi dengan Rusia, dan merupakan masalah kedaulatan AS. Pernyataan Rusia ini lebih 'lembek' usai mengkritik rencana 'Golden Dome' itu.

Nama 'Golden Dome' itu diambil dari sistem pertahanan udara Iron Dome milik Israel yang telah mencegat ribuan roket jarak pendek dan proyektil lainnya sejak mulai beroperasi pada 2011.

AS menghadapi berbagai ancaman rudal dari musuh-musuhnya. Namun, ancaman itu berbeda secara signifikan dari senjata jarak pendek yang dirancang untuk dilawan Iron Dome milik Israel.

Media files:
01jvckxfqr08pvw1h3t187dcwp.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar