Daging Kurban dan Jeroan Sebaiknya Dikemas Terpisah, Ahli IPB Beri Penjelasannya

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Daging Kurban dan Jeroan Sebaiknya Dikemas Terpisah, Ahli IPB Beri Penjelasannya
May 27th 2025, 11:47 by kumparanNEWS

Lokasi penjualan hewan kurban di Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (25/6/2025). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan
Lokasi penjualan hewan kurban di Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (25/6/2025). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan

Panitia kurban diwanti-wanti agar memisahkan kemasan daging dan jeroan yang diberi ke masyarakat. Mengapa hal itu perlu dilakukan? Ahli IPB University Dr Muhammad Baihaqi memberi penjelasan.

Baihaqi yang juga dosen di Fakultas Peternakan ini menerangkan, penanganan daging kurban selama pelaksanaan kurban harus memperhatikan aspek kebersihan.

Penanganan yang baik akan memastikan kualitas daging kurban tetap aman dikonsumsi masyarakat penerima manfaat.

Kata Baihaqi, sejumlah tantangan dalam pengelolaan daging kurban yang kerap diabaikan yakni mulai dari proses penyembelihan hingga distribusi.

"Penyembelihan dan pengolahan sering dilakukan di tempat terbuka tanpa standar sanitasi yang baik, sehingga meningkatkan risiko kontaminasi mikroba," ujar Baihaqi seperti dalam siaran pers IPB University, Selasa (27/5).

Untuk itu, Baihaqi menekankan pentingnya penanganan yang higienis guna mengurangi risiko tersebut. Baihaqi menganjurkan panitia kurban untuk memisahkan area penanganan kotor (seperti penyembelihan dan pengulitan) dari area bersih (seperti pemotongan dan pengemasan).

Dosen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP) IPB University ini juga menekankan pentingnya pengemasan yang benar. Ia menganjurkan daging dan jeroan sebaiknya dikemas secara terpisah, dan daging yang telah dipotong harus segera didistribusikan.

"Daging sering kali dicampur dengan jeroan saat dikemas. Ini berisiko tinggi karena jeroan dapat mempercepat kontaminasi," jelasnya.

Dosen fakultas peternakan IPB Dr Muhamad Baihaqi. Foto: Dok. IPB
Dosen fakultas peternakan IPB Dr Muhamad Baihaqi. Foto: Dok. IPB

Bagi masyarakat penerima daging kurban, Baihaqi menyarankan agar segera memisahkan daging dari bagian lain seperti jeroan dan tulang, membersihkan bagian yang kotor, serta menyimpannya dalam freezer jika tidak langsung dimasak.

Menurutnya, kualitas daging kurban juga dipengaruhi oleh kondisi ternak sebelum disembelih. Ia menyarankan agar ternak diangkut menggunakan transportasi yang layak, diberi makan dan minum yang cukup, serta diistirahatkan sebelum penyembelihan guna meminimalkan stres.

Selain itu, Dr Baihaqi juga menyoroti aspek logistik distribusi. Ia menjelaskan bahwa daging kurban umumnya tidak melalui proses pendinginan, sehingga harus segera ditangani dan didistribusikan guna mencegah kerusakan.

Akan tetapi dalam kondisi tertentu, di tengah keterbatasan distribusi, ia juga menyebutkan ada juga lembaga kurban berinovasi melakukan pengolahan daging kurban menjadi produk siap saji seperti rendang atau dendeng kaleng.

"Namun inovasi ini membutuhkan biaya dan peralatan lebih mahal dibanding pembagian dalam bentuk mentah," katanya.

Ia berpesan, "Penanganan yang baik tidak hanya menjaga kualitas daging, tapi juga menjadi bagian dari ibadah yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab".

Media files:
01jw3aefwx7etywrvqegpdxqy3.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar