Kenapa Trump Pilih RI Jadi Lokasi Pengiriman 2 Juta Warga Gaza?

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kenapa Trump Pilih RI Jadi Lokasi Pengiriman 2 Juta Warga Gaza?
Jan 23rd 2025, 11:22, by Nadia Riso, kumparanNEWS

Militan Hamas Palestina berkumpul selama serah terima sandera yang diculik selama serangan 7 Oktober 2023 di Israel oleh Hamas kepada anggota Komite Palang Merah Internasional (ICRC) di Kota Gaza, Minggu (19/1/2025). Foto: Dawoud Abu Alkas/REUTERS
Militan Hamas Palestina berkumpul selama serah terima sandera yang diculik selama serangan 7 Oktober 2023 di Israel oleh Hamas kepada anggota Komite Palang Merah Internasional (ICRC) di Kota Gaza, Minggu (19/1/2025). Foto: Dawoud Abu Alkas/REUTERS

Rencana Presiden AS Donald Trump mengirim 2 juta rakyat Gaza korban perang ke Indonesia menimbulkan pertanyaan baru: kenapa harus Indonesia?

Wakil Ketua MUI Anwar Abbas menilai, Trump memilih Indonesia karena hingga saat ini hanya Indonesia yang masih belum mau membangun hubungan diplomatik dengan Israel.

"Karena Indonesia salah satu negara yang sangat kokoh yang sampai hari ini belum mau membangun hubungan diplomatik dengan Israel. Yang namanya Mesir itu sudah mengakui. Yang namanya Turki malah bersahabat. Kalau Iran enggak mungkin karena Iran berperang langsung, ya. Masa Donald Trump akan mengusulkan supaya yang 2 juta itu dipindahkan ke Iran? Enggak mungkin lah gitu, ya," kata Anwar Abbas dalam podcast DipTalk yang tayang di Youtube kumparan.

Berdasarkan alasan itulah Anwar menilai Trump memilih Indonesia karena Indonesia dapat menerima kehadiran 2 juta rakyat Gaza. Namun, usulan Trump ini tidak bisa diterima Anwar.

"Kalau tidak Donald Trump [yang mengusulkan] seperti saya katakan tadi, saya bisa terima. Atas dasar kemanusiaan saya bisa terima. Tapi kalau Donald Trump dan Benjamin Netanyahu yang mengusulkan, saya tidak akan terima. Saya akan tolak. Karena di belakangnya ada skenario jahat yang akan mereka lakukan yaitu memberangus negara Palestina dan memberangus rakyat Palestina," ungkapnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerikas Serikat Donald Trump menggelar konpers rencana perdamaian Timur Tengah di Gedung Putih, AS.  Foto:  REUTERS / Brendan McDermid
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerikas Serikat Donald Trump menggelar konpers rencana perdamaian Timur Tengah di Gedung Putih, AS. Foto: REUTERS / Brendan McDermid

Ide untuk memindahkan warga Palestina ke negara lain bukanlah ide baru. Sebelumnya, sudah ada ide untuk memindahkan warga Palestina ke Angola di Afrika Tengah.

Namun, ada sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh Trump terkait rencana memindahkan 2 juta warga Gaza.

"Kan, dia mencoba merasionalisasikan [bahwa] kami akan membangun kembali Gaza. Karena akan kami membangun kembali tentu harus dikosongkan Gaza. Kan, begitu, kan logikanya. Karena akan dibangun harus dikosongkan, ke mana mereka akan dibawa? Bawa ke Indonesia. Kan, begitu, kan, ya," tuturnya.

Anwar mengaku tidak yakin AS akan benar-benar membantu membangun kembali kawasan Gaza.

"Yang kedua, murnikah gagasan tersebut untuk membela kepentingan rakyat Palestina? Mana pula mungkin itu? Apalagi bagi orang Israel itu, ya, membunuh orang yang tidak dari kalangan Yahudi itu boleh. Itu pandangan hidup mereka. Jadi enggak mungkin itu bagi saya. Oleh karena itu kita harus curigalah dengan ide-ide ini," pungkasnya.

Media files:
01jhzpbqpt1rmhq3f9scg0h2xr.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar