Jan 24th 2025, 14:46, by Ema Fitriyani, kumparanBISNIS
ilustrasi Bank of Japan. Foto: Poetra.RH/Shutterstock
Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga dari 0,25 persen menjadi 0,5 persen. Ini merupakan kenaikan tertinggi sejak krisis keuangan global melanda dunia pada 2008 atau 17 tahun lalu.
Keputusan ini diambil Bank Sentral Jepang usai 8 anggota setuju dan hanya satu anggota yaitu Toyoaki Nakamura yang menolak. Selain menaikkan suku bunga acuan, BoJ juga merevisi target inflasi menjadi stabil di 2 persen dengan adanya kenaikan upah pekerja.
BoJ mengatakan kenaikan suku bunga ini mencerminkan tekad mereka untuk secara perlahan meningkatkan suku bunga ke sekitar 1 persen yang dianggap sebagai tingkat yang seimbang—tidak terlalu menekan ekonomi (cooling) dan tidak memicu inflasi berlebih (overheating).
"Keputusan ini menandai upaya Jepang untuk keluar dari periode panjang deflasi dan stagnasi ekonomi yang telah dialami selama beberapa dekade. Inflasi bisa stabil di 2 persen," kata BoJ dikutip dari Reuters.
Keputusan ini juga menandai kenaikan suku bunga pertama sejak Juli tahun lalu dan terjadi beberapa hari setelah pelantikan Presiden AS Donald Trump, yang kemungkinan besar akan membuat para pembuat kebijakan global tetap waspada terhadap potensi dampak dari ancaman tarif yang lebih tinggi.
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida bersama Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda menunjukkan uang kertas baru 10.000 yen, 5.000 yen dan 1.000 yen mulai diedarkan, di kantor pusat BOJ di Tokyo, Jepang, Rabu (3/7/2024). Foto: Takahiko Wada/REUTERS
Gubernur BoJ Kazuo Ueda mengatakan nilai tukar yen yang lemah terus memberikan tekanan pada harga impor, sementara kenaikan upah menjadi lebih tertanam dan luas di antara perusahaan-perusahaan. Tapi, dia belum tahu kapan BoJ akan menaikkan lagi suku bunga acuan.
"Kami belum tahu pasti kapan waktu yang tepat lagi," kata Ueda dalam sebuah konferensi pers.
Nilai tukar yen naik sekitar 0,5 persen menjadi 155,32 per USD setelah keputusan BOJ dan peningkatan inflasi, sementara imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor dua tahun (JGB) naik menjadi 0,705 persen, tertinggi sejak Oktober 2008.
BoJ memastikan kondisi pasar uang Jepang tetap stabil usai keputusan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar