BMKG: Gempa 4,8 M Sumedang Dipicu Sesar Aktif yang Belum Terpetakan

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
BMKG: Gempa 4,8 M Sumedang Dipicu Sesar Aktif yang Belum Terpetakan
Jan 1st 2024, 03:30, by M Lutfan D, kumparanNEWS

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Gempa bumi berkekuatan 4,8 magnitudo yang mengguncang Sumedang pada Minggu (31/12) dipicu sesar yang belum terpetakan. Titik gempa berada jauh dari sesar yang saat ini diketahui berada di sekitar Sumedang.

Kepala BMKG Dwikorita mengatakan, wilayah Sumedang merupakan daerah yang rawan gempa. Sebab berdekatan dengan sesar aktif yakni sesar Lembang, sesar Baribis dan sesar lainnya. yang belum teridentifikasi dan terpetakan.

"Jika ditarik garis lurus dari ujung sesar Lembang (titik gempa) kurang lebih 21 km, lebih dekat ke sesar Baribis kurang lebih 6 km," kata Dwikorita dalam konferensi pers secara daring Senin (1/1).

Hal tersebut kemudian dijelaskan lebih detail oleh Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono. Dia menyebut, sesar pemicu gempa di Sumedang belum terpetakan.

"Jadi, gempa ini kalau melihat lokasinya itu berada di wilayah Kota Sumedang dan sekitarnya, dan ini sesuai dengan kerusakan lokasi yang terjadi, sehingga gempa ini dipicu oleh sesar aktif yang belum terpetakan," kata Daryono.

"Karena sesar-sesar yang ada (Sesar Lembang dan Baribis), itu lokasinya jauh dari Kota Sumedang sehingga ini perlu mendapatkan perhatian kita, sesar aktif di wilayah ini, sehingga antisipasi sumber gempa dalam perencanaan pembangunan di Kota Sumedang," sambungnya.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono   Foto: Utomo Priyambodo/kumparan
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono Foto: Utomo Priyambodo/kumparan

Kembali ke Dwikorita, kondisi tersebut, kata dia, mirip dengan gempa yang mengguncang Cianjur beberapa waktu lalu. Sesar pemicunya belum terpetakan.

"Artinya ini mirip dengan kejadian gempa di Cianjur ternyata dipicu oleh sesar yang belum teridentifikasi yang akhirnya ditetapkan dengan nama sesar Cugenang ya," ucapnya.

Gempa Bumi Dangkal

Dwikorita mengatakan, gempa ini jika dilihat dari episenter dan kedalaman hiposenternya, tergolong sebagai gempa bumi dangkal yang dipicu sesar aktif.

BMKG sebelumnya menyampaikan bahwa titik gempa berada di 5 km barat laut Kabupaten Sumedang dengan kedalaman 10 km.

"Namun, untuk hasil akhir lebih mendalam yang didukung oleh data lapangan. Hasil analisis mekanisme menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip)," kata Dwikorita.

"Jadi saat ini tim kami BMKG sudah bergerak di lapangan terutama untuk menenangkan warga, kami selalu berkoordinasi dan kerja sama dengan pemda terutama dengan Pj bupati dan jajarannya," pungkasnya.

Akibat gempa ini sejumlah rumah rusak. Bahkan RSUD Sumedang juga turut mengalami kerusakan. Menurut data yang diterima pihak kepolisian, sembilan orang terluka akibat gempa tersebut.

Media files:
drsj4rqnm7lbuylu5qlz.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar