Sri Mulyani Sebut Pertumbuhan Ekonomi 4,94 Persen Lebih Rendah dari Ekspektasi

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Sri Mulyani Sebut Pertumbuhan Ekonomi 4,94 Persen Lebih Rendah dari Ekspektasi
Nov 6th 2023, 19:43, by Muhammad Darisman, kumparanBISNIS

Konferensi Pers PDB Kuartal III 2023 dan Stimulus Fiskal di Kemenko Perekonomian, Senin (6/11/2023).  Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Konferensi Pers PDB Kuartal III 2023 dan Stimulus Fiskal di Kemenko Perekonomian, Senin (6/11/2023). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengakui realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2023 sebesar 4,94 persen (year on year/yoy) jauh lebih rendah dari ekspektasi pemerintah.

Adapun BPS melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III 2023 di bawah 5 persen, yaitu 4,94 persen secara tahunan (yoy) dan tumbuh 1,60 persen secara kuartalan (quarter to quarter/qtq). Angka ini melambat dibandingkan kuartal II 2023 sebesar 5,17 persen (yoy).

Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah sudah mengantisipasi perlambatan ekonomi di kuartal III 2023. Namun dilihat dari data konsumsi yang dirilis BPS memang angkanya relatif lebih rendah dari ekspektasi pemerintah.

"Jadi kita melihat consumer confidence-nya tinggi, namun translation-nya kepada consumption itu ternyata tidak setinggi yang kita harapkan, ini perlu kita lihat pengaruhnya apa, apakah psikologis dengan kondisi El Nino, harga beras naik, dan berbagai faktor," ungkapnya saat konferensi pers PDB Kuartal III 2023, Senin (6/11).

Meski begitu, Menkeu mengakui ada beberapa data yang meningkat cukup bagus, seperti dari konsumsi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5,77 persen, meningkat cukup tinggi dari bayangan pemerintah.

"Ini confirm dengan tadi, industri manufaktur dan masuknya capital inflow, jadi ini masih sangat positive story dari Indonesia yang kita akan coba untuk jaga terus," pungkas Sri Mulyani.

Berdasarkan laporan BPS, perlambatan pertumbuhan ekonomi terlihat dari penurunan konsumsi pemerintah yang mengalami kontraksi 3,76 persen di kuartal III 2023, didorong oleh penurunan realisasi belanja pegawai, belanja barang, dan belanja bantuan sosial.

Selain itu, ekspor mengalami kontraksi pada ekspor barang non migas seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, mesin peralatan listrik, serta ekspor barang migas seperti gas alam hasil minyak dan minyak mentah.

Kemudian dari sisi lapangan usaha, perlambatan disebabkan oleh lapangan usaha pertanian yang merupakan salah satu dampak dari fenomena El Nino, terutama untuk tanaman pangan dan perkebunan.

Namun, konsumsi rumah tangga, Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTB), dan konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) terpantau tumbuh positif di kuartal III 2023.

Sebagai penyumbang utama Produk Domestik Bruto (PDB) menurut pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh 5.06 persen, PMTB sebesar 5,77 persen, dan konsumsi LNPRT naik hingga 6,21 persen didorong oleh peningkatan aktivitas pemilu seperti Rakernas, Rakerda, Rapimnas, dan rekonsiliasi nasional.

Media files:
01hej38q8fvjps01p8bgbehk84.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar