Proses produksi dan perakitan motor listrik merek ALVA di pabrik berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Foto: ALVA Indonesia
Guna menggenjot penjualan motor listriksubsidi Rp 7 juta, pemerintah sempat mengubah syarat pembelian dengan cukup menyertakan satu KTP untuk satu unit. Efektif dua bulan berjalan, jumlah pendaftar terlihat masih sedikit.
Melansir dari laman Sistem Informasi Bantuan Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Roda Dua atau Sisapira, sampai dengan hari Kamis, 2 November 2023, jumlah pendaftar baru mencapai 5.547 orang.
Angka itu sebenarnya naik 115 persen dibanding data terakhir per 24 September 2023 yang jumlah pendaftarnya 2.575 orang. Kendati demikian, jumlah pendaftar terbaru masih sangat jauh dari total kuota 200 ribu sampai akhir tahun ini.
Sementara jumlah data yang telah terverifikasi sebanyak 3.052 orang dengan 1.418 yang sudah tersalurkan. Adapun, sisa kuota yang masih tersedia hingga kini sebanyak 189.983 pendaftar.
Deretan motor listrik Yadea tampil di IIMS 2023. Foto: Sena Pratama/kumparan
"Sisa tahun ini dua bulan lagi ya, paling efektif satu bulan tiga mingguan mungkin masih bisa transaksi. Tadi saya sudah komunikasi dengan beberapa APM salah satunya Yadea dan sebagainya, sebetulnya mereka mengalami peningkatan penjualan," buka Ketua Umum Asosiasi Industri Motor Listrik (Aismoli), Budi Setiadi kepada kumparan (2/11).
Diakui Budi, salah satu faktor penyebab masih rendahnya jumlah pendaftar motor listrik bersubsidi adalah jaringan penjualan di daerah-daerah yang terhitung sedikit. Sehingga, menyebabkan kendala dari masyarakat yang hendak membeli.
"Jadi misalnya ada masyarakat yang ingin mencari motor listrik subsidi merek A di kotanya itu belum tentu ada. Jadi orang ingin mengakses dan membeli, ternyata di tempatnya belum ada diler dan jaringan penjualannya," imbuhnya.
Asosiasi disebut terus melakukan komunikasi dengan brand atau APM motor listrik untuk segera memperluas dan memperbanyak jumlah distribusi serta jaringan diler ke beberapa daerah.
Motor listrik buatan Pabrik United Bike, Bogor, Kamis (21/9/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
"Saya dapat informasi dari Yadea juga, mereka itu kan induknya bareng sama Suzuki juga, ya. Nah, bisa dimanfaatkan jaringan penjualan Suzuki yang sudah sampai pelosok atau daerah, itu cepat," kata Budi.
Selain itu, Budi juga berencana mengadakan pameran khusus untuk brand yang telah memperoleh program subsidi agar motor listriknya cepat terjual, serta menggali lebih banyak potensi market lainnya seperti B2B.
"Kita juga bersama dengan kemenkomarves melakukan roadshow di Makassar besok. Kemudian sosialisasi untuk pengadaan kepada pemerintah daerah soal penggunaan kendaraan listrik," tandasnya.
Data Aismoli, sejak tahun 2018 hingga bulan September 2023, populasi motor listrik mengalami pertumbuhan sebanyak 70 ribu unit. Jumlah tersebut berkat stimulus pasar dari pemerintah lewat berbagai kebijakan dan progam, salah satunya insentif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar