BPS Umumkan PDB RI Kuartal III 2023 Hari Ini: Bisa Tumbuh di Atas 5 Persen?

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
BPS Umumkan PDB RI Kuartal III 2023 Hari Ini: Bisa Tumbuh di Atas 5 Persen?
Nov 6th 2023, 07:19, by Sinar Utami, kumparanBISNIS

Potret Jalanan dan Gedung Bertingkat di Semanggi. Foto: Reuters/Beawiharta
Potret Jalanan dan Gedung Bertingkat di Semanggi. Foto: Reuters/Beawiharta

Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis angka pertumbuhan ekonomi RI hari ini, Senin (6/11). Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di atas 5 persen pada kuartal III 2023.

"Ekonomi Indonesia tumbuh 5,05 persen quartal to quartal (qtq) dan 5,17 persen secara tahunan atau year on year (yoy)," kata Josua kepada kumparan, Minggu (5/11).

Meskipun menurun dari kuartal yang sama tahun sebelumnya, Josua menyebut pertumbuhan ekonomi kuartal III ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi masih memiliki kontribusi terbesar dibandingkan komponen lainnya.

Josua bilang, konsumsi rumah tangga pada kuartal III diperkirakan berkisar 5,14 persen yoy dari kuartal sebelumnya 5,23 persen yoy.

Perlambatan konsumsi rumah tangga menurutnya terindikasi dari perlambatan laju penjualan ritel pada akhir kuartal III tercatat 1 persen yoy dari akhir kuartal II yang tercatat 7,9 persen yoy.

Selain itu, laju pertumbuhan penjualan mobil baik wholesale dan ritel juga tercatat melambat pada kuartal III dengan masing-masing terkontraksi -12,0 persen yoy dan -8,8 persen yoy dari kuartal II yang tercatat 5,8 persen yoy dan 1,9 persen yoy.

Vice President Economist Permatabank Josua Pardede. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan
Vice President Economist Permatabank Josua Pardede. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan

Lalu, laju penjualan motor pada kuartal III juga tercatat melambat menjadi 11,3 persen yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat 40 persen yoy.

Sementara, konsumsi rumah tangga cenderung masih solid pertumbuhannya terindikasi dari indikator inflasi.

Lebih lanjut Josua menjelaskan, per akhir kuartal III inflasi tercatat rendah di kisaran 2,28 persen yoy sejalan dengan normalisasi dampak penyesuaian harga BBM pada tahun lalu.

"Selain itu, indikator nilai tukar petani pada kuartal III-2023 juga menunjukkan tren meningkat dibandingkan dengan akhir kuartal II-2023," jelas Josua.

Di sisi lain, Josua menyoroti investasi/PMTB pada kuartal III diperkirakan tumbuh sekitar 5,54 persen yoy dari kuartal sebelumnya 4,63 persen yoy.

Peningkatan laju investasi tersebut menurutnya didorong oleh investasi bangunan yang terindikasi dari penjualan semen sepanjang kuartal III tercatat tumbuh 6,8 persen yoy dari kuartal sebelumnya yang terkontraksi -3,1 persen yoy.

Suasana gedung bertingkat di Jakarta, Minggu (1/5). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Suasana gedung bertingkat di Jakarta, Minggu (1/5). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Sementara itu, investasi non-bangunan diperkirakan cenderung melambat, dengan terindikasi oleh penjualan alat berat pada kuartal III tercatat terkontraksi -14,2 persen yoy dari kuartal sebelumnya 4,1 persen yoy.

Penurunan laju penjualan alat berat dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas terutama batubara di tengah perlambatan ekonomi global pada tahun ini.

Lebih lanjut, perlambatan investasi non-bangunan juga terlihat dari perlambatan impor barang modal pada kuartal III yang tercatat 0,9 persen yoy dari kuartal sebelumnya 17,7 persen yoy.

Belanja pemerintah pada kuartal III diperkirakan tumbuh 8,27 persen yoy dari kuartal sebelumnya 10,62 persen yoy. Belanja pemerintah diproyeksikan akan mempertahankan pertumbuhan yang kuat, meskipun pada kecepatan yang lebih lambat dibandingkan dengan kuartal II.

Pemicunya adalah APBN 2023 yang terus menunjukkan surplus pada September. Josua melihat, hal ini mengindikasikan adanya pengetatan fiskal. Pengeluaran diperkirakan akan mendapatkan momentum pada kuartal IV didorong oleh persiapan pemilihan umum 2024 dan peningkatan pengeluaran untuk subsidi dan bantuan sosial.

Josua mengungkapkan, ekspor dan impor berpotensi akan kembali mengalami kontraksi pada kuartal III, yang mencerminkan meningkatnya kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global.

"Situasi ini telah menyebabkan penurunan volume perdagangan global dan penyempitan surplus perdagangan Indonesia. Laju ekspor dan impor pada kuartal III-2023 diperkirakan berkisar masing-masing -4,67 persen yoy dan -5,24 persen yoy," tandasnya.

Media files:
mitdjbowhfheaakjbetw.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar