Partai Politik dan Internet di Negara-Negara Muslim

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Partai Politik dan Internet di Negara-Negara Muslim
Oct 13th 2023, 17:49, by Muhammad Thaufan Arifuddin, Muhammad Thaufan Arifuddin

Media sosial sangat populer di negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara dan mendorong Arab Spring. Foto: Pexels
Media sosial sangat populer di negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara dan mendorong Arab Spring. Foto: Pexels

Dalam era teknologi informasi yang sedang berkembang pesat, peran internet dalam politik menjadi semakin penting, terutama di negara-negara muslim. Dalam konteks ini, kita menyaksikan fenomena menarik di mana partai politik menggunakan internet untuk berkomunikasi dengan publik, menyebarkan pesan politik, dan mencapai audiens internasional.

Pemahaman ini terasa penting karena kita melihat bahwa sekitar 80 persen dari 406 partai politik yang ditemukan secara daring di negara-negara muslim mengidentifikasi diri sebagai Islam sekuler, dengan keyakinan bahwa wacana politik harus berjalan tanpa pengaturan hukum Sharia Islam (Howard, 2011).

Namun, tidak hanya partai politik yang berhaluan sekuler yang menggunakan internet sebagai platform politik. Kalangan fundamentalis Islam juga memanfaatkan internet untuk menyebarkan propaganda dan mempromosikan isu-isu agama mereka.

Dalam dunia politik daring, dominasi konten berasal dari kubu ideologis tradisional yang sering kali diproduksi oleh partai politik mereka sendiri. Mereka memiliki infrastruktur informasi yang semakin berkembang untuk menyebarkan pesan mereka dengan lebih efektif.

Peta negara-negara muslim di dunia. Foto: https://www.pexels.com/
Peta negara-negara muslim di dunia. Foto: https://www.pexels.com/

Pertumbuhan konten politik dalam dunia online di negara-negara muslim dapat dijelaskan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kesulitan bagi pemerintah untuk sepenuhnya menutup situs web partai politik. Seiring dengan itu, biaya untuk memiliki dan mengelola situs web serta layanan hosting telah menurun secara signifikan.

Media mainstream sering terlalu mahal atau dilarang, sehingga partai politik alternatif mengandalkan internet sebagai sumber utama untuk berkomunikasi dengan publik.

Situs web partai politik dapat ditemukan dengan mudah melalui mesin pencari dan portal berita. Di samping itu, aktor-aktor eksternal seperti jurnalis asing, warga negara, dan pemerintah, terlibat aktif dalam ranah publik online di negara-negara muslim.

Partai politik mencoba untuk memperoleh perhatian mereka dengan memproduksi konten dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris, sehingga mengundang kaum diaspora ke dalam politik domestik.

Netizen di negara-negara muslim mulai emerging termasuk kalangan perempuan. Foto: Pexels
Netizen di negara-negara muslim mulai emerging termasuk kalangan perempuan. Foto: Pexels

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan internet, ponsel, dan teknologi digital lainnya telah menjadi prioritas strategis tinggi bagi partai politik. Terutama dalam negara-negara yang mengalami krisis, otoriter, atau sedang dalam proses demokratisasi, situs web menjadi sarana organisasi utama untuk mencapai publik internasional.

Banyak partai politik di negara-negara muslim telah mulai mengembangkan konten yang multibahasa, tidak hanya dalam bahasa Inggris, tetapi juga dalam bahasa lokal. Situs web ini sering ditempatkan pada server yang berlokasi di dalam negeri atau di negara-negara Muslim tetangga.

Dalam negara demokrasi, memiliki situs web adalah tanda bahwa sebuah partai politik mengikuti perkembangan teknologi tinggi dan merupakan bagian integral dari interaksi dengan publik domestik. Di era demokratisasi kontemporer, ranah publik daring telah menjadi sarana yang penting.

Ini membantu warga untuk membuat keputusan pemilihan yang efektif, dengan menyebarkan informasi secara cepat, memantau perkembangan kejadian, dan berinteraksi dengan sesama warga.

Saat pemilihan umum atau dalam situasi krisis politik dan militer, teknologi internet membantu warga untuk membuat keputusan yang lebih terinformasi, serta menyebarkan informasi kepada keluarga dan teman.

Remaja muslim adalah konsumen aktif dan stakeholder partai politik di negara-negara muslim. Foto: Pexels
Remaja muslim adalah konsumen aktif dan stakeholder partai politik di negara-negara muslim. Foto: Pexels

Di negara-negara yang sedang berkembang menuju demokrasi, teknologi seperti ponsel dan internet juga memberikan akses yang lebih beragam terhadap informasi politik, termasuk berita domestik dan internasional, propaganda pemerintah dan partai, serta dokumen-dokumen politik tanpa intervensi.

Sebagai hasilnya, kapasitas informasional partai politik telah meningkat secara signifikan. Kemampuan untuk mengorganisir kegiatan partai, menyajikan diri secara online, dan menggunakan TIK secara taktis selama kampanye pemilihan semakin penting bagi partai-partai yang kompetitif.

Dalam beberapa kasus, partai-partai dominan sebelumnya yang memiliki infrastruktur yang kuat dalam mengendalikan ideologi menghadapi tantangan dalam mengadopsi infrastruktur TIK dan mengendalikan produksi budaya politik secara online.

Dunia online semakin mudah diakses oleh perempuan. Foto: https://www.pexels.com/
Dunia online semakin mudah diakses oleh perempuan. Foto: https://www.pexels.com/

Akibatnya, kita menyaksikan proliferasi partai-partai minor dan moderat yang semakin kompetitif dalam ranah politik daring, dan dalam konteks politik secara lebih luas.

Dengan semakin berkembangnya teknologi dan peningkatan akses internet, kita dapat mengharapkan peran internet dalam politik di negara-negara Muslim untuk terus berkembang dan memiliki dampak yang semakin besar dalam proses demokratisasi dan politik domestik (Howard, 2011).

Alhasil, internet di negara-negara muslim telah membuka pintu bagi partai politik untuk berinteraksi dengan publik secara lebih efektif dan menghadapi tantangan serta peluang dalam mengembangkan pengaruh politik mereka di tingkat nasional dan internasional.

Media files:
01hcj27s0be1h08x1r367efv0z.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar