Mendagri Bicara Strategi Kendalikan Inflasi: Fokus Daerah dan Komoditas

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Mendagri Bicara Strategi Kendalikan Inflasi: Fokus Daerah dan Komoditas
Oct 9th 2023, 19:23, by Tim kumparan, kumparanNEWS

Mendagri Tito Karnavian memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Kemendagri, Jakarta. Foto: Kemendagri RI
Mendagri Tito Karnavian memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Kemendagri, Jakarta. Foto: Kemendagri RI

Mendagri Muhammad Tito Karnavian menekankan strategi pengendalian inflasi pada dua hal, yaitu fokus pada daerah yang mengalami kenaikan inflasi dan komoditas yang menyebabkan terjadinya kenaikan.

Hal itu disampaikannya saat memimpin Rakor Pengendalian Inflasi secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (9/10/2023).

"Kita tahu bahwa kita di Indonesia menangani [inflasi] berdasarkan fokus daerah, mana yang naik kita tekan. Daerah yang sudah bagus inflasinya terkendali di bawah nasional berusaha untuk diturunkan, dan kita fokus kepada komoditas apa yang menyebabkan terjadi kenaikan di daerah itu," kata Tito.

Untuk itu, kata dia, paparan dari berbagai stakeholder dalam rakor pengendalian inflasi dapat dijadikan acuan pemda untuk menentukan situasi di daerah masing-masing, apakah masuk kategori dengan tingkat inflasi yang tinggi atau rendah.

Beras yang dijajakan di kios beras di Pasar Cijantung, Pasar Rebo Jakarta Timur pada Sabtu (7/10/2023). Foto: Widya Islamiati/kumparan
Beras yang dijajakan di kios beras di Pasar Cijantung, Pasar Rebo Jakarta Timur pada Sabtu (7/10/2023). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Selain itu, pemda diharapkan pula berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) di daerah masing-masing untuk melakukan pendataan. Selanjutnya, perlu juga dilakukan pengecekan lapangan, yaitu di pasar-pasar oleh satgas pangan daerah.

"Jadi dua, tempat dan komoditas apa penyumbang kenaikan, itu strategi besar kita. Nah saat ini mungkin kita sudah tahu ada beberapa komoditas minggu lalu yang menjadi atensi kita yaitu beras, beras dan kemudian juga gula pasir, jagung. Nanti siang ada rapat spesifik masalah gula pasir dan jagung, dipimpin langsung oleh Bapak Presiden," ujarnya.

Tito menjelaskan, sesuai arahan Presiden Jokowi, inflasi mesti ditangani secara intens dan berkesinambungan karena sifatnya yang dinamis. Pasalnya, jika sekali saja inflasi tak terkendali, maka akan semakin sulit mengendalikannya.

Presiden Joko Widodo (kanan) memberikan arahan saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2023 di Istana Negara, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo (kanan) memberikan arahan saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2023 di Istana Negara, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Selain rakor dengan daerah, di tingkat pusat juga dilakukan rakor bersama para menteri atau kementerian/lembaga (K/L) terkait. Menurutnya, Rakor pengendalian inflasi banyak memberikan manfaat bagi kepala daerah dan jajaran penegak hukum seperti Polri/TNI dan Kejaksaan.

Dengan cara itu, praktik penyimpangan, seperti penumpukan barang hingga mafia pangan, baik di tingkat nasional maupun lokal dapat diantisipasi.

"Ini menyangkut hal yang sangat mendasar yaitu masalah pangan, barang, dan jasa. Ini kegiatan kita yang rutin dilakukan mingguan ini banyak mendapat apresiasi. Bukan hanya di kalangan kabinet, tapi juga dari tokoh-tokoh masyarakat dan juga dari DPR, semua mengetahui, termasuk pelaku usaha mengetahui," tegasnya.

Berdasarkan data dari BPS angka inflasi year-on-year (y-o-y) September 2023 terhadap September 2022 sebesar 2,28 persen. Artinya, inflasi masih terkendali.

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Seskab Pramono Anung (kedua kanan), Menteri BUMN Erick Thohir (kanan), Menparekraf Sandiaga Uno (kiri) dan Mendagri Tito Karnavian (kedua kiri) memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/8). Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara Foto
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Seskab Pramono Anung (kedua kanan), Menteri BUMN Erick Thohir (kanan), Menparekraf Sandiaga Uno (kiri) dan Mendagri Tito Karnavian (kedua kiri) memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/8). Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara Foto

Namun demikian, Tito mengingatkan semua stakeholder agar jangan sampai terlena. Pasalnya, berkaca pada September tahun lalu, inflasi terjadi cukup tinggi mencapai 6 persen akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Kalau kita ingin melihat bagaimana tren inflasi, artinya tren kenaikan harga barang/jasa, lebih baik mengambil data inflasi tahun kalender (sebesar) 1,63 persen, artinya kenaikan yang cukup lumayan. Kemudian kita melihat inflasi dari bulan ke bulan, dari bulan Agustus ke bulan September naiknya berapa, 0,19 persen," ungkapnya.

Tito mewanti-wanti agar angka inflasi tersebut terus diantisipasi seiring dengan terjadinya puncak El Nino, yang sesuai perkiraan terjadi pada September hingga Oktober. Fenomena iklim tersebut diprediksi baru akan melandai pada November.

Puncak El Nino dapat membawa berbagai dampak, seperti kekeringan air hingga kebakaran hutan. Hal ini tentunya juga akan berpengaruh terhadap turunnya produksi pangan.

"Artinya kita harus bersiap-siap untuk mencari solusi yang lain, mencari solusi mengenai masalah beras, mencari solusi mengenai masalah gula pasir, jagung," tandasnya.

Media files:
01ha28e3a472246cfnhpg5zfnt.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar