Oct 9th 2023, 20:16, by Berita Terkini, Berita Terkini
Ilustrasi How to be an Expert Fact-Checker, Sumber: Unsplash/Absolutvision
How to be an expert fact-checker atau bagaimana menjadi ahli pemeriksa fakta adalah salah satu hal yang perlu dipahami oleh para pekerja di industri media massa. Jadi, pekerja tersebut bisa mengetahui apakah artikel yang ditulis berupa fakta atau bukan.
Kemampuan ini akan semakin diperlukan oleh pekerja yang duduk di jabatan tertentu. Salah satunya adalah editor yang bertugas sebagai pemeriksa artikel sebelum dipublikasikan.
How to be an Expert Fact-Checker di Bidang Media Massa
Ilustrasi How to be an Expert Fact-Checker, Sumber: Unsplash/Roman Kraft
Artikel yang dimuat di media massa umumnya berisi fakta, kecuali pada rubrik-rubrik khusus. Mengutip Fokus Menyelesaikan Soal-soal Ujian Nasional SMP 2009, Supadi, dkk (2008: 34), fakta merupakan keadaan atau peristiwa yang benar-benar terjadi atau kenyataan.
Dengan memberikan fakta di media massa, maka para pembaca bisa mengetahui kebenaran dari suatu informasi. Pembaca pun menjadi lebih waspada akan hoaksyang berkaitan dengan informasi tersebut.
Lantas, how to be an expert fact-checker untuk memastikan fakta dari artikel sebelum dipublikasikan? Berikut ulasan singkatnya.
1. Cari Artikel Serupa
Hal pertama yang bisa dilakukan adalah mencari artikel yang serupa. Caranya dengan mengetik topik utama artikel di mesin pencarian. Jika tak bisa menemukannya, maka kebenaran artikel yang ditulis perlu dipertanyakan.
Sekalipun artikel bisa ditemukan di mesin pencarian, maka perlu dibaca terlebih dahulu. Hal ini untuk meminimalisir kesalahan atau kekurangan detail informasi yang bisa berdampak kepada pembaca.
2. Pastikan Penulisnya
Saat mengecek fakta dari suatu artikel, maka perlu diketahui apakah penulisnya memiliki ilmu yang kompeten mengenai topik yang dibicarakan. Hal ini bisa dilakukan dengan mencari nama penulis di internet.
Hal ini juga berlaku pada para ahli yang namanya dicatut dalam artikel tersebut. Namun jika kedua informasi ini tidak bisa diperoleh karena ketiadaan nama di dalamnya, maka artikel tersebut bisa dibandingkan dengan yang lainnya.
3. Pastikan Tanggalnya
Tanggal juga perlu dipastikan terutama pada artikel yang harus bersifat aktual atau baru saja terjadi. Jika setelah diperiksa ternyata topik yang dibicarakan tersebut sudah lama, maka bisa jadi artikel yang ditulis sudah kadaluarsa atau bahkan tidak benar.
Ulasan mengenai how to be an expert fact-checker dalam artikel ini memuat cara-cara dasar yang perlu dikuasai. Seiring berjalannya waktu, seseorang akan bisa menjadi lebih ahli dalam memeriksa fakta tersebut. (LOV)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar