Proses PTPS melantai di BEI pada Senin (9/10). Foto: Widya Islamiati/Kumparan
Perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Pulau Subur Tbk (PTPS) melantai di Bursa Efek Indonesia atau BEI pada Senin (9/10). Berdasarkan data BEI, setelah dibuka saham emiten tersebut naik 6,06 persen ke Rp 218 per saham dari Rp 198 per saham.
Direktur Utama PTPS, Felix Safei, mengatakan pada pelaksanaan IPO, emiten yang berada di bawah kendali konglomerasi Grup Sekawan ini menawarkan saham kepada publik sebanyak 450 juta lembar atau setara dengan 20,76 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.
Selain itu, PTPS juga mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) saham hingga 19,53 kali saat proses pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO).
"Tingginya antusias masyarakat untuk memiliki saham PT Pulau Subur Tbk tidak terlepas dari kondisi fundamental Perseroan yang positif di tengah tren peningkatan permintaan CPO, terlebih lagi valuasi PTSP terbilang sangat murah," kata Direktur Utama PTPS, Felix Safei kepada media di Jakarta, Jumat (6/10).
Pada fase penawaran umum (offering) yang berlangsung pada 3-5 Oktober 2023, perseroan membanderol harga Rp 198 per saham.
Proses PTPS melantai di BEI pada Senin (9/10). Foto: Widya Islamiati/Kumparan
Pada aksi korporasi ini, manajemen PTPS menunjuk PT NH Korindo Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi Efek.
Saat proses penawaran, permintaan publik untuk dapat mengoleksi saham PTPS mencapai 1,67 miliar lembar atau mencapai 370,67 persen dari total penawaran saham.
Felix mengungkapkan capaian oversubscribed hingga 19,53 kali tersebut mencerminkan bahwa para pemodal memiliki minat yang tinggi terhadap saham PTPS.
Perseroan juga menerbitkan 225 juta Waran Seri I sebagai bonus bagi para investor baru PTPS. Setiap pemegang dua saham baru berhak memperoleh satu waran. Sementara itu, setiap satu waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham PTPS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar