May 29th 2023, 12:27, by Dicky Adam Sidiq, kumparanFOOD
Sebuah isopoda raksasa berkaki 14 adalah puncak hidangan baru di sebuah restoran ramen di Taipei, Taiwan. Foto: Ann Wang/REUTERSCita rasa baru ini menjadi daya tarik bagi orang-orang yang rela antre baik untuk sekadar berfoto ataupun untuk makan dari semangkuk mi ini. Foto: Ann Wang/REUTERSSejak The Ramen Boy meluncurkan mi edisi terbatas ini sejak 22 Mei 2023 di media sosial, lebih dari 100 orang telah masuk dalam daftar tunggu untuk makan di restoran tersebut. Foto: Ann Wang/REUTERS"Untuk cara memasaknya, kami menggunakan cara yang paling sederhana yaitu dikukus, sehingga tidak ada kesulitan untuk mengolahnya," kata Tuan Hu, pemilik restoran. Foto: Ann Wang/REUTERSSemangkuk mi dengan isopoda ini dijual USD 48 atau sekitar Rp 718 ribu. Foto: Ann Wang/REUTERSSalah satu pelanggan mengatakan bahwa dagingnya terasa seperti persilangan antara kepiting dan lobster dengan tekstur yang padat dan sedikit kenyal. Foto: Ann Wang/REUTERSRestoran mengukus isopoda selama 10 menit sebelum menambahkannya ke atas semangkuk ramen dengan kaldu ayam dan ikan yang kental. Foto: Ann Wang/REUTERS
Sebuah isopoda raksasa berkaki 14 adalah puncak hidangan baru di sebuah restoran ramen di Taipei, Taiwan. Cita rasa baru ini menjadi daya tarik bagi orang-orang yang rela antre baik untuk sekadar berfoto ataupun menyantap semangkuk mi ini.
Sejak The Ramen Boy meluncurkan mi edisi terbatas ini pada 22 Mei 2023 di media sosial, lebih dari 100 orang telah masuk dalam daftar tunggu untuk makan di restoran tersebut.
"Untuk cara memasaknya, kami menggunakan cara yang paling sederhana yaitu dikukus, sehingga tidak ada kesulitan untuk mengolahnya," kata Tuan Hu, pemilik restoran.
Restoran mengukus isopoda selama 10 menit sebelum menambahkannya ke atas semangkuk ramen dengan kaldu ayam dan ikan yang kental. Semangkuk mi dengan isopoda ini dijual USD 48 atau sekitar Rp 718 ribu.
Hu, pemilik restoran, memegang isopoda raksasa untuk difoto di dapur di Taipei, Taiwan. Foto: Ann Wang/REUTERS
Salah satu pelanggan mengatakan bahwa dagingnya terasa seperti persilangan antara kepiting dan lobster, dengan tekstur yang padat dan sedikit kenyal.
"Saya sangat terhormat mendapat kesempatan untuk mencicipinya," kata Digell Huang.
"Jika itu hanya menu khusus, dan isopoda raksasa tertangkap secara tidak sengaja seperti yang dikatakan pemilik restoran, semua orang harus mencobanya jika ada kesempatan," tambahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar