Jan 9th 2023, 10:20, by Monique Handa Shafira, kumparanWOMAN
Ilustrasi masalah kulit wajah pada perempuan. Foto: Shutter Stock
Pernahkah kamu menyadari saat kulit berubah menjadi kemerahan serta mengalami peradangan? Kira-kira, kondisi itu merupakan dampak dari kulit sensitif atau alergi, ya? Mungkin kamu mengira kulit sensitif dan alergi itu sama. Jika dilihat, memang mirip, namun tetap ada perbedaannya.
Ketika gejala muncul, sebagian orang mengira itu merupakan reaksi dari alergi tertentu, padahal bisa jadi itu adalah tanda kulit sensitif ataupun sebaliknya. Faktanya, kulit sensitif biasanya akan mengalami iritasi pada bagian tertentu, sedangkan kulit alergi mengalami perubahan kondisi kulit di berbagai area tubuh.
Untuk lebih jelasnya, kumparanWOMAN telah merangkum dari Health Grades tentang perbedaan kulit sensitif dan alergi. Simak selengkapnya dalam artikel berikut ini, ya. Pastikan kamu membacanya sampai habis, Ladies.
Apa itu kulit sensitif?
Ilustrasi kulit sensitif. Foto: Shutterstock
Perlu kamu ketahui bahwa kulit sensitif bukanlah suatu penyakit, melainkan istilah untuk kondisi jaringan kulit yang rentan mengalami iritasi. Semakin tinggi sensitivitas kulit seseorang, maka semakin rentan pula kulit mengalami iritasi. Kondisi ini umumnya terjadi karena kulit terpapar oleh iritan (zat pemicu peradangan yang menyebabkan timbulnya iritasi pada kulit).
Misalnya, kamu mungkin memperhatikan kulit wajah terbakar atau kemerahan saat mencuci muka dengan sabun atau menggunakan sunscreen. Namun, orang dengan kulit sensitif tidak selalu bereaksi dengan hal yang sama. Kulit mengalami reaksi sensitivitas terhadap zat yang dirasa berlebihan, seperti sinar matahari, stres, atau polusi.
Penggunaan skin care secara berlebihan juga bisa menimbulkan reaksi sensitivitas. Kulit sensitif terjadi karena skin barrier rusak dan menipis sehingga menimbulkan rasa nyeri pada kulit. Hal inilah yang membuat kulit menjadi tidak mudah menerima bahan kimia lainnya dalam skin care.
Apa itu kulit alergi?
Ilustrasi bercak merah pada kulit. Foto: Kmpzzz/Shutterstock
Timbulnya alergi biasanya diakibatkan karena tubuh menunjukkan reaksi abnormal terhadap suatu zat saat berkontak dengan tubuh. Kendati demikian, reaksi ini hanya terjadi pada beberapa orang.
Kulit alergi dapat disebabkan oleh zat atau bahan kimia yang terkandung dalam kosmetik, makanan, cuaca atau barang tertentu. Tubuh menghasilkan antibodi dan berikatan dengan alergen (senyawa yang menyebabkan alergi) sehingga menyebabkan reaksi seperti gatal, kemerahan, hingga peradangan ketika alergi terjadi.
Berikut ini adalah diagnosis alergi pada kulit yang umum dialami banyak orang.
Urtikaria atau gatal-gatal adalah bekas luka yang cenderung berkembang di lapisan kulit yang dangkal sebagai akibat dari sistem kekebalan tubuh yang dipicu reaksi dalam tubuh sebagai respons histamin (bahan kimia alami yang dilepaskan selama reaksi alergi).
Angioedema sangat mirip dengan gatal-gatal, tetapi pembengkakan berkembang di bawah kulit, bukan di atasnya. Ada kemungkinan seseorang mengalami angioedema dan gatal-gatal sekaligus.
Dermatitis kontak adalah peradangan pada kulit akibat paparan zat tertentu yang menyebabkan reaksi alergi. Reaksi ini biasanya terjadi ketika seseorang mengalami ruam setelah mengenakan gelang yang dibuat dengan nikel. Kondisi ini membuat kulit terlihat kemerahan serta terasa gatal dan bersisik—atau semua hal di atas.
Kapan waktu terjadinya kulit sensitif dan alergi?
Ilustrasi Kulit sensitif. Foto: Shutterstock
Kulit sensitif biasanya akan langsung bereaksi ketika terpapar iritan. Sementara reaksi alergi umumnya membutuhkan waktu beberapa jam setelah tubuh melakukan kontak dengan alergen.
Hal ini terjadi karena sistem daya tahan tubuh atau antibodi akan melakukan identifikasi terlebih dahulu terhadap alergen yang masuk ke tubuh sebelum bereaksi. Saat terjadi perlawanan oleh sistem imun, maka munculah reaksi alergi pada kulit.
Bagaimana cara pencegahan kulit sensitif dan alergi?
Untuk mencegah kulit sensitif dan alergi umumnya hampir sama, yaitu memahami faktor penyebabnya. Kemudian, hindari produk perawatan atau hal-hal yang dapat memicu iritan dan alergen.
Namun, ada hal lain yang dapat dilakukan untuk mencegah kulit sensitif. Dikutip dari Houston Methodist, berikut ini beberapa di antaranya.
Hindari mandi dengan air panas.
Pilih pembersih tubuh, sabun cuci muka, pelembap, serta sunscreen yang diformulasikan khusus kulit sensitif.
Hindari produk perawatan tubuh atau kecantikan dengan kandungan parfum.
Oleskan pelembap secara teratur untuk mencegah kulit kering.
Selanjutnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meminimalkan kontak dengan alergi:
Pastikan produk yang hendak dikonsumsi atau digunakan tidak mengandung bahan yang dapat memicu reaksi alergi pada kulit.
Gunakan sunscreen sebelum bepergian.
Pakai pakaian tertutup untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung.
Lantas, bagaimana cara penanganan yang tepat untuk kulit sensitif dan alergi?
Ilustrasi masalah kulit wajah pada perempuan. Foto: Shutter Stock
Orang yang memiliki kulit sensitif maupun mengalami reaksi alergi pada kulit tidak memiliki banyak perbedaan tentang penanganan di antara keduanya. Kulit sensitif dan alergi sama-sama dapat dibasuh dengan air atau mengaplikasikan gel lidah buaya untuk meminimalkan gejala panas dan kemerahan pada kulit yang terdampak.
Umumnya, orang yang telah menyadari sensitivitas kulitnya ataupun alergi yang dimilikinya sudah menyediakan krim khusus untuk mengurangi gejala pada kulit. Sementara itu, bagi orang yang mengalami alergi, biasanya dianjurkan untuk langsung mengonsumsi obat yang sesuai agar gejalanya cepat mereda.
Apa perbedaan kulit sensitif dan alergi?
Kulit sensitif bukanlah suatu penyakit, melainkan istilah untuk kondisi jaringan kulit yang rentan mengalami iritasi. Sedangkan kulit alergi biasanya diakibatkan karena tubuh menunjukkan reaksi abnormal terhadap suatu zat saat berkontak dengan tubuh.
Kapan waktu terjadinya kulit sensitif dan alergi?
Kulit sensitif biasanya akan langsung bereaksi ketika terpapar iritan. Sementara reaksi alergi umumnya membutuhkan waktu beberapa jam setelah tubuh melakukan kontak dengan alergen.
Bagaimana cara pencegahan kulit sensitif dan alergi?
Untuk mencegah kulit sensitif dan alergi umumnya hampir sama, yaitu memahami faktor penyebabnya. Kemudian, hindari produk perawatan atau hal-hal yang dapat memicu iritan dan alergen.
Bagaimana cara penanganan yang tepat untuk kulit sensitif dan alergi?
Kulit sensitif dan alergi sama-sama dapat dibasuh dengan air atau mengaplikasikan gel lidah buaya untuk meminimalkan gejala panas dan kemerahan pada kulit yang terdampak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar